Senin, 26 Agustus 2013

if you can't beat 'em, bite 'em
-:v

Anomali Penduduk Jepang

"Jika ada orang Jepang mengatakan bahwa dirinya memiliki dua mobil, sudah bisa dipastikan dia adalah petani." Hanya orang-orang kota yang iseng dan tidak keberatan dengan sewa parkir selangit, yang memiliki kendaraan roda empat. Itu pun jarang digunakan. Dia juga harus rela melihat mobilnya berdebu, karena berbulan-bulan tidak dipakai dan nyaris tidak ada tempat pencucian. Kalaupun dipakai sesekali hanya untuk keluar kota. Sekali lagi ini menegaskan, bahwa hanya orang-orang yang hidup di kampung yang perlu mobil. Jika berbicara masalah tinggal di kota atau kampung dalam konteks Jepang, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kualitas hidup, pendidikan atau kemakmuran. Jalan kaki dan sepeda adalah kendaraan orang kota. Sepeda-sepeda di parkir di lahan yang dibawahnya adalah stasiun. Semua hunian di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu anti gempa dan dapat menjangkau stasiun terdekat dengan jalan kaki atau sepeda. Jumlah penduduk Tokyo Raya (Greater Tokyo) termasuk kawasan penyangganya seperti Chiba dan Saitama, sekitar 30 juta orang atau tergolong paling padat di dunia. Namun penduduk Tokyo tidak pernah merasakan sesak dan bising seperti di halnya di Jakarta. Kenapa? Karena mereka tinggal tersebar, dan melakukan perjalanan pergi dan pulang dari tempat bekerja dengan kereta api. Jaringan kereta api di Tokyo adalah yang paling intensif di seluruh dunia. Kereta api menjangkau setiap sudut kota. Jadwal keberangkatan dan kedatangan nyaris tidak pernah meleset, bahkan dalam hitungan detik sekali pun. Pengguna kereta api tidak mengobrol, mereka membaca buku. Berbicara menggunakan telepon seluler di hadapan orang lain, adalah perbuatan yang tergolong sangat tidak sopan. Para pekerja tidak mempunyai masalah jarak antara tempat tinggal dan kantor. Mereka bisa memilih untuk tinggal dimana saja, karena biaya transportasi diganti kantor. Pemerintah menjalankan strategi sedemikian rupa sehingga semua diarahkan menggunakan kereta api dan bukan bus kota apalagi kendaraan pribadi. Perlu dicatat bahwa strategi itu didesain secara detail oleh universitas setempat dan pemerintah hanya tinggal mengimplementasikan. Sebuah cara yang sederhana namun perlu manusia berkualitas untuk mewujudkannya. Orang-orang yang tinggal di kampung terutama petani, tentu saja perlu kendaraan roda empat, karena mereka petani maka perlu membawa logistik untuk keperluan bertanam. Mereka menggunakan kendaraan bak terbuka. Untuk kepentingan pribadi yang bersifat sosial, biasanya mereka menggunakan mobil yang lebih bersih. Saya yang tidak mengalami invasi Jepang menjelang Perang Dunia Kedua, mau tidak mau harus mengakui kehebatan kolonialisme era modern ini. Jepang berhasil menginvasi Indonesia, dengan menciptakan kondisi yang bertolak belakang dengan negaranya. Industri otomotif Jepang secara brilian melancarkan strategi tepat terhadap pangsa pasar yang luar biasa besar, namun memiliki keterbatasan intelektual. Ngomong-ngomong, saya bisa membayangkan wajah keheranan seorang petani lobak di Gifu, bila tahu kalau kendaraan SUV-nya itu jika di Indonesia diposisikan sebagai simbol status eksekutif sukses yang penuh gaya. Sumber:KASKUS

Selasa, 20 Agustus 2013

Baca.....

“membaca adalah sebuah aktivitas pengembangan diri, dengan membaca apapun jenis bukunya minimal 1 pelajaran, satu pengetahuan, dan satu solusi atau manfaat di bidangnya (AndrieWongso). saya menulis tentang quotes dari om Andrie Wongso kenapa? karena saya sangat sedih dengan minat membaca anak-anak kita di Indonesia yang ternyata sangat kurang. bayangkan saja, di Indonesia saja anak-anak kita sudah terlanjur dengan teknologi Canggih Misalkan HP Android, HP Ipad, HP I-Phone , dan barang mewah lainnya. tetapi, sayang sekali minat baca kita sangat minim akibat adanya barang-barang tersier. sering kali berpendapat bahwa orang yang sering membaca buku di sebut kuper disingkat kata menjadi kurang pergaulan kenapa? Kalau kata saya sih mereka sering mengejek kita dia bilang kalau orang yang kutu buku itu orang-orang kuper alias kurang pergaulan dan menyendiri dari pertemanan. tetapi, membaca itu banyak sekali manfaat yang kita bisa ambil kita bisa memulai ide dari membaca koran, Majalah, Buku Novel, Buku Pengembangan diri, buku rumus-rumus, Kamus, dan masih banyak lagi buku bagus lainnya. tetapi, mengapa anak sekarang kurang gesit dalam membaca buku? karena mereka bilang membaca itu membosankan dan kurang menarik mereka hanya bisa melihat gambar secara visualitas dan dari berita. padahal, kalau kita mau menambah ilmu, ya kita harus membaca Jangan Hanya Sekedar Protes saja terhadap minat membaca yang penting Action, Action, dan terus Action agar kita tidak sekedar omdo alias omong doang. anak sekarang seharusnya di beri pelajaran tentang membaca karena dari membaca tersebut kita tahu apa yang anak sukai mulai dari membaca Novel , Membaca Buku-buku Positif, Buku-buku yang bersifat edukatif Untuk Anak kita. tetapi, jangan sampai anak kita tidak mau membaca karena membaca adalah investasi untuk masa depan yang gemilang. kalau mau dapat ilmu yang banyak ya membaca, karena membaca adalah investasi masa depan kita untuk meraih apa saja yang kita inginkan. Kalau kita malas membaca buku dari sekarang, ya ketinggalan orang nantinya dan terjerumus ke dunia yang bernama kebodohan. seharusnya, edukasi anak memang sangat penting karena umur dari kecil harus di gampar yang namanya budaya membaca karena kalau sudah dewasa kita sudah tahu apa saja yang dibaca oleh si anak tersebut. Membaca memang sangat penting untuk si Anak agar kita belajar kreativitas sejak dini. padahal kreatif itu penting untuk di pakai di dunia yang nyata misalkan dunia Organisasi, Dunia Kerja, Dunia Bisnis supaya kita bisa mengembangkan kreativitas kita.
source:Kompas

Mbaca? "ngga ah, males", "ngantuk".
Kenapa sih, kita malas untuk membaca? padahal dalam esensinya sendiri, membaca adalah sesuatu yang sangat berharga. Dan dalam Islam sendiri membaca adalah wahyu pertama Allah kepada Rasulullah SAW. kenapa sih, kita diperintahkan untuk membaca? memang, apa manfaatnya?
1. Membaca meningkatkan konsentrasi dan fokus
Nah,ini merupakan alasan kenapa kita harus membaca, karena kita harus terfokus pada apa yang kita baca, agar kita memahami alur dan permasalahan tulisan yang kita baca
2. Meningkatkan kosakata dan kamus diri
Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui. Malu donk, orang lain berbicara kita hanya diam, bingung maknanya, apalagi kalo sampe bicara, "Mas, artinya '.....' apa ya?" 3. Membangun kepercayaan diri
Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak pengetahuan yang Anda dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena Anda adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari Anda untuk mencari suatu jawaban. Perasaan Anda terhadap diri Anda sendiri akan semakin baik. Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang Anda miliki. 4. Meningkatkan memori
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda tidak menggunakan memori anda, Anda bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu Anda meregangkan “otot” memori Anda dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita Masih banyak ternyata manfaat membaca dan memang kita sebagai generasi muda jangan sampai hilang semangat kita dalam membaca, semoga postingan kali ini bermanfaat
Sumber:RemajaIslam.com

Sabtu, 10 Agustus 2013


apakah anda merasa merinding? apakah anda ngilu, berarti anda mengidap tripophobia (sejenis takut akan lubang2 kecil dalam jumlah yang banyak), kamu gimana?? do you feel goosebump? or grate or maybe sick and nausea?it means you suffer from Trypophobia (what is this?) this is kind of a disease that you scare of small holes in huge amount. How about you?

Meningkatkan kesadaran bertransportasi umum

Di jakarta, potensi kemacetan sudah terjadi dimana-mana, bahkan ada yang bilang, keluar rumah pun sudah macet. Ini terjadi karena ketidakseimbangan luas jalan dengan angka penambahan jumlah mobil yang ada. Tidak hanya di Jakarta, kemacetan juga sering terjadi di kota-kota pendukung Jakarta dan kota-kota besar lain. Faktanya, hampir di setiap rumah memiliki kendaraan pribadi, entah itu roda dua ataupun roda empat. Bagaimanapun juga, jumlah yang ada saat ini akan terus bertambah dikarenakan beberapa hal, seperti mahalnya harga BBM dan murahnya DP harga kendaraan (bahkan persyaratannya pun dimudahkan). Dimana ini membuat masyarakat berbondong-bondong untuk membeli kendaraan pribadi. Apalagi mengingat waktu yang ditempuh jauh lebih singkat ketimbang harus naik kendaraan umum. Inilah mungkin salah satu alasan kenapa masyarakat lebih baik naik kendaraan pribadi. Bagaimanapun juga, ini membuat pembengkakan pertumbuhan jumlah pemilik dan pengguna kendaraan pribadi. Di sisi lain pertumbuhan luas jalan yang hanya sekitar 0,01 persen, tidak berimbang dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang mencapai 9 persen. Jika ini tidak dapat dihentikan maka para pakar memprediksi 2014 Jakarta akan mengalami macet total. Apa solusinya? Pemerintah kota Jakarta sudah banyak menelurkan gagasan yang sampai ini pun masih belum efektif dan efisien dalam mengatasi kemacetan, misalnya 3 in 1, transjakarta, dan hingga yang terbaru adalah rencana pembuatan MRT (Mass Rail Transport) dan spesifikasi nopol. Dilihat dari sisi pelayanan kepada masyarakat, transjakarta dan MRT ini saya rasa yang paling masuk akal dalam segi mengurangi jumlah kendaraan yang lalu lalang di ibukota. Tinggal bagaimana menarik minat masyarakatnya, konsistensi praktek, serta perawatannya. Memang ini menjadi persoalan kompleks dan menjadi dilema bagi masyarakat di negeri ini, disamping macet, banyaknya jumlah kendaraan yang ada berdampak pada jumlah ketersediaan BBM salah satunya. Menurut Kadishub DKI Udar Pristono, dari BBM bersubsidi tersebut ada sebanyak 60 persen yang memakai premium, solar 34 persen, dan minyak tanah empat persen. Untuk penggunaan bahan bakar premium, mobil pribadi yang menggunakan sebanyak 53 persen, motor 40 persen, mobil barang empat persen, dan angkutan umum sebanyak tiga persen. Cukup memprihatinkan, dimana sebagian besar dari masyarakat menikmati BBM 'hanya' untuk dirinya sendiri, bayangkan jika mereka mau menikmatinya bersama, berapa banyak minyak yang bisa dihemat? Berapa efektivitas dan efisiensinya. Disamping itu pula pengurangan jumlah kendaraan akan banyak melowongkan jalanan ibukota. Dalam konteks inipun, masalah pada moda transportasi umum juga harus banyak diminimalisir, bahkan dihilangkan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa beberapa orang memang tidak terlalu nyaman dan aman bila harus naik kendaraan umum. Lihat saja, bagaimana persentasenya antara mobil pribadi, motor dengan angkutan umum (premium) 53:40:3, diasumsikan bagaimanapun juga, dilihat dari segi perekayasaan-pun, akan terjadi yang namanya "collapes" ibaratnya sudah dislokasi titik, harus dislokasi ruang pula, harusnya dengan 3 persen tadi pemerintah mampu membangun sebuah "value engineering" (teknik pengganti/substitusi material, dalam konteks ini, kendaraan diibaratkan sebagai material) untuk yang 93 persen tadi, agar terjadi peng-efisiensian dari penggunaan kendaraan bermotor Beberapa keuntungan bila naik kendaraan umum: - mengurangi stres akibat macet (karena kita hanya duduk) - bersedekah (naik angkot sama artinya memberi makan orang lain lho) Poin diatas hanya untuk diri kita sendiri, mungkin hanya 2, tapi bagaimana dampaknya jika kita bersama mau mengeksekusinya??? Apa yang akan terjadi?? (Penulis mengambil contoh dikondisikan 100 orang dan minggu efektif dalam 1 tahun = 40 minggu) 1. Menghemat APBN Coba deh, misal subsidi untuk BBM sebesar 3000 rupiah/liter. Misal kita menggunakan motor pribadi, butuh sekitar 1,5 liter perminggu, berarti 4500 rupiah subsidi untuk kita, dan pertahun sekitar 18000 dan jika ada 100 orang, maka 1,800,000 menjadi rupiah hanya untuk BBM per-100 manusia di suatu wilayah dan masih tanpa kendaraan roda 4. Belum situasi aslinya, ini baru rekayasa lho, belum kalo saya menghitung di setiap kota besar yang lain. Berapa APBN yang harus dikeluarkan. Bayangkan jika 1,8 juta rupiah ini digunakan untuk memberi makan saudara-saudara kita, ataupun membantu muslim di Gaza, atau untuk pembangunan di daerah pedalaman, berarti secara tidak langsung kita bersedekah dengan tidak menaiki kendaraan pribadi, so, use or charter it? It's your choise brooo 2.efisiensi penggunaan bahan bakar Karena suatu saat BBM didunia akan menjadi gas karbon di- dan mon-oksida, sudah pemanasan global? Bikin minyak bumi cepat habis?? Dan masih banyak lagi-lah. Biar contoh yang berbicara, setiap minggu kita butuh 1,5 liter misalnya, bagaimana jika setahun?? Misal minggu efektif kita hanya 40 minggu, berarti konsumsi kita sekitar 60 liter, bayangkan jika 100 orang yang sama, berarti ada sekitar 6 kLiter yang sudah terpakai. 6kLiter ini jika dimanfaatkan untuk kendaraan umum, sudah berapa ratus jiwa yang terangkut??? Oke, tidak adil jika saya hanya membully yang naik transportasi pribadi, saya akan coba implementasikan rumus diatas pada kendaraan umum, check this out, misal sebuah angkutan kota, membutuhkan 50 liter perhari, berarti seminggu membutuhkan 350 liter, setahun butuh 17500 liter, baru jumlah BBM-nya. Misal dalam sehari supir angkutan umum membawa rata-rata 10 orang per PP. Bila dalam sehari bisa mencapai 6 kali PP, dengan asumsi setiap penumpang kita anggap 2x naik, berarti ada sekitar 30 orang sehari. Berarti ada sekitar penghematan sekitar 17,5 kLiter. 3. Mengurangi volume kemacetan Kita tahu bagaimana parahnya kemacetan di Jakarta, saya tidak serta merta hanya menyalahkan/membully pemerintah dalam hal ini, entah karena apa alasannya. Dari wacana diatas bisa dijelaskan bahwa pertambahan jumlah kendaraan ialah sekitar 9% pertahun, berarti jika ada 100 orang tahun ini yang memiliki kendaraan, makan bisa dibayangkan tahun depan akan ada sekitar 109 kendaraan, dan tahun depannya lagi ada sekitar 120 kendaraan, ini hanya rasio per-100 orang, jika diubah perseratusribu, tak bisa dibayangkan ada berapa jumlahnya, akan seperti apa macetnya di kota seperti Jakarta. 4. Kebersamaan Kenapa saya memasukkan item ini? Dengan mau naik kendaraan umum, berarti kita menumbuhkan rasa kebersamaan dan sedikit menghilangkan rasa individualis/egois. Koq bisa? Iyalah, paling tidak kita mau mendengarkan celoteh orang-orang yang notabenenya masih dibawah kita, kita bisa merasakan bagaimana susahnya mereka mecari makan karena kita mendengarkan dan melihat, dibanding kita naik kendaraan pribadi dimana kita hanya melihat tanpa mendengar (kalo kata guru saya, yang dilihat hanya 30-40% yang masuk ke otak). Kenapa saya bilang hanya melihat? Karena bila kita naik motor, kita memakai helm dimana akan sulit mendengar, apalagi jika sedang macet berjam-jam, bukannya kasihan malah tambah sebal aja melihat orang lain disekitar kita. Apalagi mobil bro, kita hanya tinggal menempelkan tangan kita dijendela saja. Disini, pemerintah dan warga harusnya memiliki kesadaran dan solusi sendiri bagaimana mereka harusnya menyelesaikan masalah kemacetan ini. Jadi tak serta merta hanya pemerintah terus yang disalahkan. Misalnya untuk pemerintah: - mengurangi jumlah produksi kendaraan bermotor (apalagi yang sifatnya untuk pribadi) - menambah jumlah armada angkutan umum (dengan catatan aman dan nyaman, serta dengan sistem yang terintegrasi) - menyelesaikan proyek pembangunan MRT yang sekarang sedang dikerjakan Dan untuk kita, atau masyarakat: - mulai mengurangi jumlah konsumsi BBM - beralih menggunakan kendaraan umum atau teknologi non-BBM lain - sadar akan penyebab macetnya jalanan - (agak ekstrem) mempertimbangkan pindah ke kota lain